Rabu, 13 Desember 2023

Writer's Block

Pentigraf
Oleh: Yoyon Supriyono

Diskusi mingguan sekitar masalah literasi di komunitas literasi Zamrud semakin ramai saja. Semua berkat ketua baru yang berpengalaman luas di bidang literasi. AjakanTobi sang ketua, agar semua pengurus aktif menulis di blog, disambut antusias. Namun seiring berjalannya waktu, bermunculan masalah dan kendala saat menulis. Sehingga banyak pengurus yang belum bisa istiqomah dalam praktik menulis.

Semua diminta berbagi pengalaman mengatasi kondisi tersebut. Izam berpendapat sebagai pemula tulis saja apa yang ada di kepala. Sedangkan kata Pondi, ketika nulis harus sedia kopi dan cemilan agar tidak jenuh. Lain lagi pendapat Zupri, menulis hendaknya di tempat sunyi  agar konsentrasi. Bermacam pendapat bermunculan menghidupkan suasana diskusi. 

Sebelum  berpendapat, Tobi meminta Robet, anggota pengurus baru untuk angkat bicara. Robet yang jago debat tentu dengan senang hati bersuara. "Seumur hidup saya sama sekali belum  mengalami keengganan dalam menulis, juga belum pernah mengalami kesulitan dalam menulis. Hal itu bukan karena saya hebat, tapi lebih dikarenakan saya belum pernah menulis," tuturnya disambut riuh rendah para pengurus yang serius menyimak penjelasannya yang meyakinkan.

Senin, 23 Oktober 2023

Minta Duluan

 



       Ceu Edoh kembali menelan ludah saat kesekian kali ia meminta duluan kepada suaminya, namun direspon dengan acuh, "Apaan, sih ...!?" sahut Aldi, sang suami yang malah semakin erat memeluk guling. Padahal hasrat Ceu Edoh sudah kian membuncah dan nyaris tak terkendali. Gaun tidur sexy hasil hunting di shopee, sia-sia ia kenakan.

       Ceu Edoh gak habis pikir dengan kelemahan suaminya yang kian parah. Sudah sebulan ia tak disentuh. Padahal ia sudah mempersiapkan diri sebagai istri idaman. Mulai dari merias diri, ikut senam zumba, jamu sari rapet, hingga tips dari ustadzah Mumpuni untuk minta duluan sudah ia coba. Tapi Aldi tetap dingin. Atau, Aldi memang sengaja menutupi kelemahannya dengan berpura tidak mengerti soal kebutuhan lahir batin yang memang menjadi hak istrinya.

       Suatu pagi Ceu Edoh mengumpulkan lagi keberaniannya untuk meminta duluan kepada suaminya yang kebetulan sedang berada di kamar mandi. Angannya mengawang berduaan di kamar mandi dengan suami tercinta. Perlahan pintu plastik itu diketuk dan dengan nada manja ia merayu, "Mas Aldi sayang, boleh aku minta duluan?" Sambil bergumam Aldi bilang bahwa ia lagi tanggung baru muncul setengah. Hasrat yang sudah memuncak mendadak jadi emosi lepas kendali. Ditambah hidungnya yang merapat ke sudut daun pintu itu mencium aroma closet. Sontak pintu WC ia gedor sambil nyelonong pergi dengan rasa nano nano.


Kamis, 19 Oktober 2023

Ups!!


Pentigraf 

By : Yoyon Supriyono

Tiga tahun berumah tangga dengan satu anak, Paimin dan Aytun untuk sementara masih tinggal di komplek mertua indah. Kebetulan ibu mertuanya tinggal seorang diri, setelah kematian suaminya setahun yang lalu. Seijin istri, Paimin suatu malam Jum'at pergi nonton show dangdut di kampung sebelah. Alunan musik dan goyangan erotis artisnya, membuat Paimin terlena dan terhanyut dalam hasrat nafsunya. Merasa tak tahan, ia putuskan segera pulang. Sampai di rumah keadaan gelap karena mati lampu. Paimin yang sudah tak sabar langsung masuk kamar. Tanpa basa basi pergumulan pun terjadi dalam gulita.


Terdengar suara ketukan, Paimin segera beranjak membukakan pintu. "Sudah sampai rumah, toh? Tadi aku nyusul, tapi kata Mang Jaya yang tukang gali kubur itu, Mas Paimin sudah pulang duluan," Aytun memasuki rumah menjinjing sekeresek kecil jajanan. Detak jantung Paimin seolah terhenti. Darahnya seperti membeku. Lalu, yang di kamar tadi siapa? Seribu tanya mengaburkan pikirannya.

"Dede kecil tidur nyenyak sekali, Nduk. Emak juga ikut tertidur, malah mimpi indah sekali," ibu mertuanya tiba-tiba keluar kamar pas lampu menyala. Nampak ia membenahi pakaiannya yang berantakan. Ups!! Wualaah maaaak ...!!!! Paimin masih berdiri mematung.

#Pentigraf

Rabu, 04 Oktober 2023

Belajar di kelas dengan hp, Siapa takut...


"Didiklah anak-anakmu susuai zamannya". Begitu pesan Sahabat Ali berabad yang lalu. Kalimat pesan itu sangat baik menjadi bahan renungan untuk para pendidik. Sudahkah kita, para guru mendidik generasi penerus sesuai dengan zamannya? 
Pada suatu moment supervisi guru di kelas 8, 5 Oktober 2023 jam ke 2-3, siswa nampak antusias dan senang belajar. Tiap siswa asyik bercumbu dengan handphone di tangannya. Kok di kelas mereka bawa hp? Emang boleh?
Foto Dokpri

Zaman telah berubah. Di era revolusi industri 4.0, cara, metode dan pemanfaatan media pembelajaran terus berinovasi mengikuti perkembangan teknologi. Penggunaan smartphone atau gadget dalam  dunia pendidikan dikenal sebagai teknologi mobile learning (m-Learning). Pemanfaatan mobile learning menurut Gonzalez et.al 2015) dapat memberikan kontribusi yang positif bagi peserta didik untuk mengakses bahan belajar ataupun sebagai media pembelajaran.

Beberapa manfaat gadget dalam pembelajaran antara lain :
1. Sarana komunikasi siswa dan guru melalui media sosial
2. Guru dapat memberikan materi pelajaran pada siswa melalui WAG, blog, email atau media lainnya 
3. Membantu siswa mengakses informasi/materi di internet. 
4. Menghemat waktu saat kegiatan pembelajaran berlangsung.

Siswi itu Bernama Sari


Matahari baru hendak mengintip pagi ketika suara gesekan itu tertangkap daun telinga. Perlahan kucuri pandang lewat gorden jendela ruang staf yang sedikit tersingkap. Dugaanku benar, suara gesekan itu berasal dari kumpulan lidi yang beradu dengan butir pasir yang berserak di halaman. Namun aku masih penasaran, siapa gerangan pemilik semangat luar biasa sepagi itu. 
Kuayun langkah untuk mendekatinya. Aku masih belum bisa melihat jelas wajahnya karena ia membelakangi arahku datang. 
Aku sengaja berdiri mematung, menunggu nya sadar ada sepasang mata yang mengawasinya. Dia nampak terperangah mendapatiku sedang berdiri mengamati aktivitasnya. Spontan ia mengucap salam dan menyalamiku. 
"Selamat, kamu murid pertama yang datang paling pagi," sapaku usai menjawab salamnya. Senyum kecil mengekspresikan hatinya yang tersanjung. Kedua tangannya dengan lincah memainkan sapu lidi, melahap daun-daun kering yang berserak ditabur angin.  
Aku belum bernafsu untuk segera beranjak meninggalkannya. Kulontar pertanyaan dan pernyataan yang semuanya menggali tentang siapa dia. Gadis anak petani dengan enam bersaudara itu terlibat dalam celoteh pagiku sambil tetap asyik menyapu.
"Owh, jadi kamu yang pernah bapak lihat di jalan waktu itu, kan?" anganku melayang ke suatu siang dalam perjalanan pulang beberapa waktu lalu. Terbayang di benakku, jam berapa dia berangkat dari rumah hingga sepagi ini sudah berada di sekolah. Tak terukur olehku rasa tanggung jawab yang dimiliki anak seusianya. Melakukan sesuatu sendiri yang sebenarnya merupakan tugas kelompok, adalah sebuah pengorbanan yang luar biasa. 
"Siapa namamu, neng?"
"Sari," jawab gadis berkulit sawo matang pekat itu ringan.
"Sari doank?"
"Sari tok?"
"Ya, Pak," tegasnya mengakhiri obrolan pagi itu karena sebuah panggilan memutus obrolan kami.

Selasa, 03 Oktober 2023

Guru Sampah

     Sampah menjadi primadona masalah saat ini. Benda yang tak bernilai itu sejak dahulu dipandang sebelah mata karena keberadaannya masih belum menimbulkan masalah seperti saat ini. Masalah pencemaran lingkungan yang bahkan bisa menyebabkan bencana banjir, salah satunya disebabkan karena belum adanya manajemen sampah yang baik.
     Akar masalahnya terdapat pada kebiasaan masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Sekolah sebagai agen of change diharapkan mampu merubah perilaku anak sejak dini agar bijak dalam memenej sampah. Anak-anak yang sudah terbentuk karakter dan perilakunya, kelak akan menjadi virus perubahan di skala keluarga dan masyarakat pada umumnya.
     Seorang guru honor yang baru pindah mengabdi di SMPN 4 Gantar, Sendi Sonjaya, beraksi nyata dalam menangani sampah di sekolah. Idenya menyulap sampah menjadi benda padat bernama ecobrick, sedikit demi sedikit membebaskan halaman dari serakan sampah. Dengan telaten ia memahamkan sekaligus mengimplementasikan kepada siswa cara bijak menangani sampah. Seusai jam pelajaran terakhir atau pada waktu tertentu, siswa dikerahkan untuk menyisir dan memilah sampah organik dan non-organik yang berserakan di lingkungan sekolah. Sampah yang dipungut dimasukkan ke dalam karung yang berbeda. Di tempat pembuangan akhir tiap karung dibuka dan dicek bersama, bila ditemukan sampah yang salah tempat, maka hal ini menjadi temuan yang langsung  Kegiatan ini dikaitkan dengan pekan ulangan tengah semester untuk mapel yang dia ampu. 
     Sepintas kegiatan ini  nampak mengasyikkan bagi siswa, ketimbang mendengarkan ceramah guru di dalam kelas.. Walau terik matahari menyengat, siswa tampak senang dan antusias. Poinnya adalah mereka paham betul perbedaan sampah organik dan non-organik. Bahkan lebih dari itu, mereka terbiasa memilah dan membuang sampah pada tempatnya, karena bila tidak, mereka juga yang harus memungut ulang. Capek deh.
     Sampah non-organik yang terkumpul kembali dipilah. Ada yang dimanfaatkan untuk bahan ecobrick, ada juga yang bernilai ekonomis dijual untuk kas pengadaan sarana kebersihan. Sampah kertas yang masih bersih akan dijadikan bubur kertas sebagai bahan kreasi lainnya. Sementara sampah organik akan diproses menjadi kompos. 
     Sedangkan sampah organik dapur (sod) seperti sisa makanan, buah-buahan atau sejenisnya, rencananya akan dimanfaatkan sebagai pakan dalam program budidaya magot. Magot ini nantinya akan dimanfaatkan sebagai pakan ikan di kolam sekolah.
     
     


Kamis, 27 Juli 2023

Koperasi

Sekolah merupakan habitat guru dan karyawan, selain peserta didik. Guru dan karyawan sebagai masyarakat komunal di sekolah, menghabiskan sebagian waktu untuk aktivitas hidupnya di sana, selain di rumah. Wajar jika sekolah menjadi rumah kedua bagi mereka. 

Lingkungan dan aktivitas kehidupan di sekolah harus dibangun sedemikian rupa agar tercipta suasana kerja dan hubungan sosial yang nyaman sebagaimana di rumah. Pemerintah sebagai penyuplai anggaran operasional sekolah, sangat terbatas sentuhannya terhadap segi kehidupan penghuninya dengan adanya juklak juknis. 

Kreativitas dan inovasi harus ditumbuhkan guna memenuhi kebutuhan yang tidak dapat tercover dari anggaran pemerintah. 

Writer's Block

Pentigraf Oleh: Yoyon Supriyono Diskusi mingguan sekitar masalah literasi di komunitas literasi Zamrud semakin ramai saja. Semu...